Tiga Cara Mudah Menurunkan Berat Badan

QUICK START PROGRAM

QUICK SYSTEM kami dirancang untuk membantu Anda menghilangkan kebiasaan makan yang salah dan menggantinya dengan dengan gaya hidup yang lebih sehat dan aman. Untuk membantu memaksimalkan usaha dalam membentuk tubuh. Buatlah 2 kali shake yang mudah dibuat sesuai selera, berupa minuman protein yang lezat yang bisa diminum setiap hari. Tersedia dalam berbagai pilihan rasa Chocolate, Strawberry, dan Vanilla, dimana pilihan rasa ini untuk memikat selera Anda. Selanjutnya nikmati makanan seimbang dari menu pilihan Anda hari ini. Lihatlah penyusutan beberapa cm tubuh Anda dan penurunan beberapa kg berat badan Anda! Terdiri dari: Nutritional Protein Drink Mix dan Fiber & Herb Tablets

Harga Rp. 403.000,- Keterangan lebih lanjut

ADVANCED PROGRAM

Komposisi khusus yang terbuat dari tumbuh-tumbuhan yang terkandung dalam ADVANCED SYSTEM ini dapat membantu Anda dalam menyediakan energi alamiah yang diperlukan untuk beraktifitas selama satu hari penuh dan memberikan perasaan yang menyegarkan. Rasakan perbedaan yang terjadi dalam diri Anda pada saat produk ini membantu meningkatkan vitalitas. Produk yang aman dan efektif ini dapat membantu mendukung peningkatan aktifitas fisik bersamaan dengan usaha Anda dalam menciptakan perubahan positif bagi hidup Anda Sendiri.

Terdiri dari: Nutritional Protein Drink Mix , Fiber & Herb Tablets , NRG Instant Tea , Lippo-Bond. Harga Rp.826.254,- Keterangan lebih lanjut

ULTIMATED PROGRAM

ULTIMATED SYSTEM kami membantu Anda dalam situasi yang terkontrol pada saat tubuh menuju mencapai keseimbangan nutrisi. Produk ini dihasilkan dari kombinasi yang cermat antara ilmu pengetahuan dan alam untuk mendapatkan suatu ramuan yang mempunyai efek luar biasa selama 24 jam sehari. Produk ini akan membantu tubuh dalam meraih kesehatan yang optimal dan Anda segera mulai memperoleh manfaat besar dari gaya hidup yang baru itu. Dapatkan potensi tubuh Anda yang sejati dengan produk-produk pembentuk tubuh yang terbaik. Terdiri dari: Nutritional Protein Drink Mix , Fiber & Herb Tablets , NRG Instant Tea , Lippo-Bond, Thermojetics, Cell-U-Loss, Herbal Aloe Harga Rp. 2.139.000,- Keterangan lebih lanjut

Uncategorized

BAHAYA OBESITAS ATAU KEGEMUKAN

Kesadaran Bahaya Obesitas

indosiar.com- Mempunyai berat badan yang berlebih, bukan menjadi ukuran sehatnya badan seseorang. Kegemukan bisa menjadi masalah berat karena bisa menjadi sarang berbagai penyakit. Kegemukan atau obesitas bisa terjadi karena berlebihnya jumlah makanan yang diasumsi oleh seseorang.

Obesitas saat ini merupakan permasalahan yang muncul di dunia, bahkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mendeklarasikannya sebagai epidemik global. Prevalensinya meningkat tidak saja di negara-negara maju, tetapi juga di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Rata-rata wanita memiliki lemak tubuh yang lebih banyak dibandingkan pria. Perbandingan yang normal antara lemak tubuh dengan berat badan adalah sekitar 25 - 30 % pada wanita dan 18 - 23 % pada pria. Wanita dengan lemak tubuh lebih dari 30 % dan pria dengan lemak tubuh lebih dari 25 % dianggap mengalami obesitas. Atau dengan kata lain seseorang yang memiliki berat badan 20 % lebih tinggi dari nilai tengah kisaran berat badannya yang normal, dianggap mengalami obesitas.

Obesitas digolongkan menjadi 3 kelompok :

Obesitas berat ditemukan sebanyak 5 % diantara orang-orang yang gemuk. Seseorang yang lemaknya banyak tertimbun di perut, lebih mudah mengalami berbagai masalah kesehatan yang berhubungan dengan obesitas. Mereka memiliki resiko yang lebih tinggi. gambaran buah pir lebih baik dibandingkan dengan gambaran buah apel.

Secara ilmiah, obesitas terjadi akibat mengkonsumsi kalori lebih banyak daripada yang diperlukan oleh tubuh. Apa penyebab terjadinya ketidakseimbangan antara asupan dan pembakaran kalori ini masih belum jelas.

Terjadinya obesitas melibatkan beberapa faktor :

  1. Faktor genetik ; obesitas cenderung diturunkan, sehingga diduga memiliki penyebab genetik. Tetapi anggota keluarga tidak hanya berbagi gen, tetapi juga makanan dan kebiasaan gaya hidup, yang bisa mendorong terjadinya obesitas. Seringkali sulit untuk memisahkan faktor gaya hidup dengan faktor genetik. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa rata-rata faktor genetik memberikan pengaruh sebesar 33 % terhadap berat badan seseorang.
  2. Faktor lingkungan; gen merupakan faktor yang penting dalam berbagai kasus obesitas, tetapi lingkungan seseorang juga memegang peranan yang cukup berarti. Lingkungan ini termasuk perilaku gaya hidup (misalnya apa yang dimakan dan berapa kali seseorang makan serta bagaimana aktivitasnya). Seseorang tentu saja tidak dapat merubah pola genetiknya, tetapi dia dapat merubah pola makan dan aktivitasnya.
  3. Faktor psikis ; apa yang ada di dalam fikiran seseorang bisa mempengaruhi kebiasaan makannya. Banyak orang yang memberikan reaksi terhadap emosinya dengan makan. Salah satu bentuk gangguan emosi adalah persepsi diri yang negatif. Gangguan ini merupakan masalah yang serius pada banyak wanita muda yang menderita obesitas, dan bisa menimbulkan kesadaran yang berlebihan tentang kegemukannya serta rasa tidak nyaman dalam pergaulan sosial.
  4. Faktor kesehatan ; beberapa penyakit bisa menyebabkan obesitas, diantaranya ; hipotiroidisme, sindroma cushing, sindroma prader-willi, beberapa kelainan saraf yang bisa menyebabkan seseorang banyak makan. Dan obat-obatan ; obat-obat tertentu (misalnya steroid dan beberapa anti-depresi) bisa menyebabkan penambahan berat badan.
  5. Faktor perkembangan ; penambahan ukuran atau jumlah sel-sel lemak (atau keduanya) menyebabkan bertambahnya jumlah lemak yang disimpan dalam tubuh. Penderita obesitas, terutama yang menjadi gemuk pada masa kanak-kanak, bisa memiliki sel lemak sampak 5 kali lebih banyak dibandingkan dengan orang yang berat badannya normal. Jumlah sel-sel lemak tidak dapat dikurangi, karena itu penurunan berat badan hanya dapat dilakukan dengan cara mengurangi jumlah lemak di dalam setiap sel.
  6. Aktivitas fisik ; kurangnya aktivitas fisik kemungkinan merupakan salah satu penyebab utama dari meningkatnya angka kejadian obesitas di tengah masyarakat yang makmur. Orang-orang yang tidak aktif memerlukan lebih sedikit kalori. seseorang yang cenderung mengkonsumsi makanan kaya lemak dan tidak melakukan aktivitas fisik yang seimbang, akan mengalami obesitas.
    Obesitas bukan hanya tidak enak dipandang mata tetapi merupakan dilema kesehatan yang mengerikan. Obesitas secara langsung berbahaya bagi kesehatan seseorang.

Obesitas juga meningkatkan resiko terjadinya sejumlah penyakit menahun seperti :

Langkah awal dalam mengobati obesitas adalah menaksir lemak tubuh penderita dan resiko kesehatannya dengan cara menghitung bmi. Resiko kesehatan yang berhubungan dengan obesitas akan meningkat sejalan dengan meningkatnya angka bmi :

Jenis dan beratnya latihan, serta jumlah pembatasan kalori pada setiap penderita berbeda-beda dan obat yang diberikan disesuaikan dengan keadaan penderita. Penderita dengan resiko kesehatan rendah, menjalani diet sedang (1200-1500 kalori/hari untuk wanita, 1400-2000 kalori/hari untuk pria) disertai dengan olah raga.
Penderita dengan resiko kesehatan menengah, menjalani diet rendah kalori (800-1200 kalori/hari untuk wanita, 1000-1400 kalori/hari untuk pria) disertai olah raga penderita dengan resiko kesehatan tinggi atau sangat tinggi, mendapatkan obat anti-obesitas disertai diet rendah kalori dan olah raga.

Peluang penurunan berat badan jangka panjang yang berhasil akan semakin tinggi bila dokter bekerja dalam suatu tim profesional yang melibatkan ahli diet, psikologis dan ahli olah raga. Tim ini akan membantu penderita untuk:

Sementara itu untuk obat-obatan, ada 2 jenis utama obat-obatan yang digunakan untuk mengatasi obesitas:

Uncategorized

HASIL DIJAMIN

Herbalife, menurunkan berat badan, obesitasSehabis melahirkan anak pertama berat badan Prima Zulkalam perlahan-lahan meningkat ke angka 53 dan walaupun anak pertamanya telah berusia lebih dari 1 tahun, tetapi perutnya tetap terlihat buncit, seperti sedang hamil 5 bulan.

“Hingga suatu hari saya berjumpa dengan distributor Herbalife yang sedang mengenakan lencana “Lose Weight Now Ask Me How“, dan yang kemudian memperkenalkan saya dengan produk-produk Herbalife yang menggaransikan 30 hari jaminan uang kembali.”

“Sebelumnya telah saya coba beberapa macam produk tetapi hanya Herbalife-lah yang memberikan hasil penurunan berat badan 2 kg dan 7 cm di lingkar pinggang pada 7 hari pertama saya menjalankan program.”

“Semua keluarga saya mendapatkan manfaat dari produk nutrisi ini. Kalau produk-produk ini Alhamdulillah aman untuk kami sekeluarga. Insyah Allah juga bermanfaat untuk Anda dan orang-orang yang Anda cintai.

Uncategorized

WANITA BARU, HIDUP BARU

Herbalife, menurunkan berat badan, obesitas“Saya salah makan dan tidak merawat diri sendiri dan akhirnya berat badan saya naik sampai 98 kilo”, kata Julia Newbound putus asa.

“Saya ingin sekali untuk menurukan berat badan saya dan memperbaiki gaya hidup saya, namun saya tidak tahu dari mana harus memulai.

Julia mencoba Program Quickstart pada bulan Agustus 2000 dan setelah berhasil turun beberapa kilo, terinspirasi untuk mengubah gaya hidupnya.

“Hal yang membuat saya terus termotivasi adalah melihat berat badan saya terus berkurang. Saya juga senang pergi ke gym, dan hasilnya kelihatan, jadi saya hanya mengikutinya agar terus berjalan. Dalam 14 bulan saya bisa turun 38 kilo dan sekarang merasa lahir sebagai wanita baru.” kata Julia senang.

“Hal ini tidak mungkin bisa terjadi tanpa HERBALIFE yang menjadi bagian dari hidup saya yang baru”.

Uncategorized

Obesitas Lebih Berbahaya dari Terorisme

Obesitas Lebih Berbahaya dari Terorisme
Personil kelompok tari ‘gemuk dan keren’ berkostum penguin dalam suatu sesi latihan di Nanjing, provinsi Jiangsu, China timur, 14 September 2007.

Senin, 25 Februari 2008 | 16:30 WIB

SYDNEY - Negara-negara di dunia saat ini terlalu fokus pada pemberantasan terorisme, padahal ada masalah yang tak kalah berbahaya yakni problem obesitas dan penyakit gaya hidup lainnya yang telah membunuh jutaan orang.

Peringatan akan bahaya obesitas mengemuka dalam konferensi internasional Oxford Health Alliance Summit di Sydney, Senin (25/2). Konferensi itu juga merekomendasikan pentingnya membuat prioritas dalam mengatasi bahaya obesitas. Faktor-faktor mematikan seperti buruknya pola makan, merokok serta kurangnya olahraga seharusnya menjadi prioritas utama dalam upaya memerangi perkembangan epidemik penyakit kronis yang sebenarnya dapat dicegah ini.

Seorang Profesor Hukum Kesehatan asal AS, Lawrence Gostin berpendapat bahwa terorisme global merupakan ancaman nyata, tetapi menimbulkan risiko lebih kecil dibandingkan obesitas, diabetes atau penyakit akibat merokok.

“Sejak 11 September, kita selalu terseok-seok dari satu krisis ke krisis lainnya, yang tentunya sangat membuat takut masyarakat. Sementara kita terlalu memberi perhatian pada masalah terorisme, kita juga dibayangi epidemik obesitas yang diam-diam membunuh jutaan orang di seluruh dunia. Kita mencurahkan sedikit sekali perhatian pada masalah ini,”ungkap Gostin.

Konferensi tahunan Oxford Health Alliance yang didanai oleh Oxford University ini telah digelar untuk kelimakalinya. Hadir dalam pertemuan ini para ahli terkemuka di bidang akademisi, pemerintahan, bisnis, hukum, ekonomi serta perencanaan kota dalam upaya menyuarakan perubahan.

Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan sekitar 388 juta orang akan meninggal akibat penyakit kronis di seluruh dunia dalam 10 tahun ke depan.

“Ada kelumpuhan secara politis dalam menanggapi isu ini,” ungkap Gostin, yang juga penasehat pemerintah AS serta Profesor di Universitas Georgetown dan Universitas Johns.

Ia juga mencatat, upaya pencegahan obesitas serta pengaruhnya terbilang jarang dikemukakan dalam kegiatan kampanye pemilihan Presiden AS.

“Penderitaan manusia masih menakutkan ketika kita mempertimbangkan bahwa obesitas dapat memperpendek rata-rata harapan hidup dari seluruh generasi. Ini berujung pada pembalikkan untuk pertama kalinya dari harapan hidup sejak pengumpulan data dimulai pada tahun 1990,” tegasnya.

Pertemuan itu juga mengemukakan beberapa hal misalnya fakta bahwa beberapa ancaman terhadap kesehatan kerap mendapat perhatian pemerintah serta peliputan dari media. Fakta lain adalah penyakit jantung, paru-paru, diabetes dan kanker saat ini dihitung sebagai 60 persen penyebab kematian di seluruh dunia. Ancaman baru terhadap kesehatan sepeti SARS, avian flu, HIV/AIDS, terorisme, bioterorisme dan perubahan iklim juga sugguh dramatis dan membuat emosional.

Konferensi yang dijadwalkan berakhir pada Rabu mendatang ini juga menelorkan “Sydney Resolution” dan meminta pemerintah dan para pebisnis besar untuk mengambil langkah nyata dalam mencegah kematian prematur jutaan orang akibat penyakit kronis.

“Cara hidup kita sekarang membuat sakit, ini membuat planet menjadi sakit dan tidak sustainable,” ungkap Ruth Colagiuri, co-director Oxford Asia-Pacific.

Resolusi Sydney memfokuskan pada empat hal, termasuk pentingnya membuat kota-kota menjadi lebih sehat seperti mendesain kehidupan yang mempromosikan gaya hidup sehat seperti berjalan kaki, bersepeda dan mengurangi emisi karbon dari kendaraan bermotor.

Kurangnya aktivitas fisik adalah sebuah faktor risiko pada banyak penyakit kronis dan diperkirakan menjadi penyebab 1,9 juta kematian di seluruh dunia setiap tahun, ungkap Tony Capon, profesor studi kesehatan dari Macquarie University, Australia.

Resolusi juga menekan pentingnya mengurangi kadar gula, lemak dan garam dalam makanan, membuat makanan murah segar yang mudah diperoleh, serta meningkatan upaya global untuk menghentikan kebiasaan merokok. (Sumber: www.kompas.com)

Uncategorized